Rabu, 15 Maret 2017

Big Data



BIG DATA


Pengertian Big Data
Big Data adalah sebuah sistem teknologi yang diperkenalkan untuk menanggulangi 'ledakan informasi' seiring dengan semakin bertumbuhnya ekosistem pengguna perangkat mobile dan data internet. Pertumbuhan perangkat mobile dan data internet ternyata sangat mempengaruhi perkembangan volume dan jenis data yang terus meningkat secara signifikan di dunia maya.
Berbagai jenis data, mulai data yang berupa teks, gambar atau foto, video hingga bentuk data-data lainnya membanjiri sistem komputasi. Tentunya hal ini perlu jalan keluar. Dan Big Data adalah solusi yang kerap digaungkan beberapa waktu belakangan ini, dan kemunculannya memang dianggap solusi dari fakta yang menunjukkan bahwa pertumbuhan data dari waktu ke waktu telah melampaui batas kemampuan media penyimpanan maupun sistem database yang ada saat ini.

Pengertian Big Data Menurut Para Ahli
Menurut (Eaton, Dirk, Tom, George, & Paul) Big Data merupakan istilah yang berlaku untuk informasi yang tidak dapat diproses atau dianalisis menggunakan alat tradisional.
Menurut (Dumbill, 2012) , Big Data adalah data yang melebihi proses kapasitas dari kovensi sistem database yang ada. Data terlalu besar dan terlalu cepat atau tidak sesuai dengan struktur arsitektur database yang ada. Untuk mendapatkan nilai dari data, maka harus memilih jalan altenatif untuk memprosesnya.
Berdasarkan pengertian para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa Big Data adalah data yang memiliki volume besar sehingga tidak dapat diproses menggunakan alat tradisional biasa dan harus menggunakan cara dan alat baru untuk mendapatkan nilai dari data ini.

Pembahasan Big Data
Setiap hari, kita menciptakan 2,5 triliun byte data - begitu banyak bahwa 90% dari data di dunia saat ini telah dibuat dalam dua tahun terakhir saja. Data ini berasal dari mana-mana, sensor digunakan untuk mengumpulkan informasi iklim, posting ke situs media sosial, gambar digital dan video, catatan transaksi pembelian, dan sinyal ponsel GPS untuk beberapa nama. Data ini adalah big data.
Big Data mengacu pada dataset yang ukurannya diluar kemampuan dari database software tools untuk meng-capture, menyimpan,me-manage dan menganalisis. Definisi ini sengaja dibuat subjective agar mampu digabungkan oleh definisi Big Data yang masi belum ada baku. Ukuran big data sekitar beberapa lusin TeraByte sampai ke beberapa PetaByte tergantung jenis Industri
Isi dari Big Data adalah Transaksi+interaksi dan observasi atau bisa di bilang segalanya yang berhubungan dengan jaringan internet, jaringan komunikasi, dan jaringan satelit 


(Connolly, 2012)


Big Data dapat juga didefinisikan sebagai sebuah masalah domain dimana teknologi tradisional seperti relasional database tidak mampu lagi untuk melayani.
Big data lebih dari hanya masalah ukuran, itu adalah kesempatan untuk menemukan wawasan dalam jenis baru dan muncul data dan konten, untuk membuat bisnis Anda lebih gesit, dan menjawab pertanyaan yang sebelumnya dianggap di luar jangkauan Anda.
Big data dapat di artikan kedalam 9 karakter (IBM) menurut responden sehingga disimpulkan oleh IBM, Big data adalah data yang memiliki scope informasi yang sangat besar, model informasi yang real-time, memiliki volume yang besar, dan berasalkan social media data jadi dapat disimpulkan bahwa Big data adalah dataset yang memiliki volume besar dan salah satu isinya berdasarkan social media data, dan informasi dari Big data selalu yang terbaru (latestdata) sehingga model informasi nya real-time, dan scope informasi nya tidak terfocus pada industri-indrustri kecil saja atau industri-indrustri besar saja melainkan semuanya baik industry kecil maupun besar. 


(IBM)


 Dimensi -Dimensi Big Data
Ada 3 dimensi awal dalam Big Data yaitu 3V: Volume, Variety dan Velocity  
  

1.      Volume
Perusahaan tertimbun dengan data yang terus tumbuh dari semua jenis sektor, dengan mudah mengumpulkan terabyte bahkan petabyte-informasi.
Ø  Mengubah 12 terabyte Tweet dibuat setiap hari ke dalam peningkatan sentimen analisis produk.
Ø  Mengkonvert 350 milliar pembacaan tahunan untuk lebih baik dalam memprediksi kemampuan beli pasar.
Mungkin karakteristik ini yang paling mudah dimengerti karena besarnya data. Volume juga mengacu pada jumlah massa data, bahwa organisasi berusaha untuk memanfaatkan data untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang banyak perusahaan di banyak negara. Volume data juga terus meningkat dan belum pernah terjadi sampai sethinggi ini sehingga tidak dapat diprediksi jumlah pasti dan juga ukuran dari data sekitar lebih kecil dari petabyte sampai zetabyte. Dataset big data sekitar 1 terabyte sampai 1 petabyte perperusahaan jadi jika big data digabungkan dalam sebuah organisasi / group perusahaan ukurannya mungkin bisa sampai zetabyte dan jika hari ini jumlah data sampai 1000 zetabyte, besok pasti akan lebih tinggi dari 1000 zetabyte.
 
2.      Variety
Volume data yang banyak tersebut bertambah dengan kecepatan yang begitu cepat sehingga sulit bagi kita untuk mengelola hal tersebut. Kadang-kadang 2 menit sudah menjadi terlambat. Untuk proses dalam waktu sensitif seperti penangkapan penipuan, data yang besar harus digunakan sebagai aliran ke dalam perusahaan Anda untuk memaksimalkan nilainya.
Ø  Meneliti 5 juta transaksi yang dibuat setiap hari untuk mengidentifikasi potensi penipuan
Ø  Menganalisis 500 juta detail catatan panggilan setiap hari secara real-time untuk memprediksi gejolak pelanggan lebih cepat.
Berbagai jenis data dan sumber data. Variasi adalah tentang mengelolah kompleksitas beberapa jenis data, termasuk structured data, unstructured data dan semi-structured data. Organisasi perlu mengintegrasikan dan menganalisis data dari array yang kompleks dari kedua sumber informasi Traditional dan non traditional informasi, dari dalam dan luar perusahaan. Dengan begitu banyaknya sensor, perangkat pintar (smart device) dan teknologi kolaborasi sosial, data yang dihasilkan dalam bentuk yang tak terhitung jumlahnya,  termasuk text, web data, tweet, sensor data, audio, video, click stream, log file dan banyak lagi.

3.      Velocity
Big Data adalah setiap jenis data - data baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur seperti teks, data sensor, audio, video, klik stream, file log dan banyak lagi. Wawasan baru ditemukan ketika menganalisis kedua jenis data ini bersama-sama.
·       Memantau 100 video masukan langsung dari kamera pengintai untuk menargetkan tempat tujuan.
·    Mengeksploitasi 80% perkembangan data dalam gambar, video, dan dokumen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
Data dalam gerak. Kecepatan di mana data dibuat, diolah dan dianalisis terus menerus. Berkontribusi untuk kecepatan yang lebih tinggi adalah sifat penciptaan data secara real-time, serta kebutuhan untuk memasukkan streaming data ke dalam proses bisnis dan dalam pengambilan keputusan. Dampak Velocity latency, jeda waktu antara saat data dibuat atau data  yang ditangkap, dan ketika itu juga dapat diakses. Hari ini, data terus-menerus dihasilkan pada kecepatan yang mustahil untuk sistem tradisional untuk menangkap, menyimpan dan menganalisis. Jenis tertentu dari data harus dianalisis secara real time untuk menjadi nilai bagi bisnis.


Big Data for development
Big Data untuk keperluan development berkaitan dengan, tetapi berbeda dari, 'tradisional Data pembangunan '(misalnya data survei, statistik resmi), dan sektor swasta dan media mainstream menyebutnya 'Big Data’. Big Data untuk sumber Pengembangan umumnya memiliki beberapa / semua fitur ini:
a.            Digitally generated
Data yang dihasilkan secara digital (sebagai lawan yang didigitalkan manual), dan dapat disimpan dengan menggunakan rangkaian satu dan nol, dan dengan demikian dapat dimanipulasi oleh computer
b.           Passively produced
Data ini merupakan data yang dihasilkan atau produk dari kehidupan kita sehari-hari atau interaksi dengan jasa digital.
c.            Automatically collected
Data-data yang terbentuk dari data-data operasional dan transaksi yang dikumpulkan dan telah diproses (ETL) dan si simpan kedalam data mart
d.             Geographically or temporally trackable
Data –data yang menunjukan lokasi atau posisi, misalnya data lokasi ponsel atau durasi waktu panggilan
e.              Continuously analysed
Informasi yang relevan dengan kesejahteraan manusia dan pembangunan dan dapat dianalisis secara real-time

Pengunaan Big Data dalam perusahaan
a.            IT logs Analytics
Penyimpanan Log jangka panjang, digunakan untuk analisa proses sistem yang sedang berjalan untuk mencegah dan menaggulangi kegagalan dalam sistem, mengunakan hasil analisa log untuk menemukan dan mentukan secara pasti kegagalan apa yang terjadi didalam sistem, menyiapkan langkah-langkah pasti yang dapat digunakan sebagai solusi masalah sistem.
b.           Fraud Detection Pattern
Banyak digunakan dalam Bidang keuangan atau dimana saja transaksi finasial terlibat, Memaksimalkan pengunaan data-data yang ada untuk memberikan kemampuan unutk mendeteksi fraud ketika transaksi sedang berlangsung
c.            The Social Media Pattern
Pengunaan Big data untuk analisa media social dan sentiment pelangan, memberikan kemampuan bagi perusahan untuk mengetahui keinginan customer secara luas, mendapatkan feedback secara langsung, dan mengenali langsung dampak sentimen terhadap penjualan, serta efektivitas dan penerimaan pelangan terhadap pemasaran yang dilakukan.    
d.           The Call centere Mantra
Penyimpanan hasil perbincangan atau laporan customer dalam bentuk text yang kemudian digunakan sebagai data untuk analisa masalah yang dihadapai customer, memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk memberikan tanggapan yang cepat maupun secara langsung terhadap masalah yang dihadapi customer, serta kemampuan unutk mendeteksi penurunan loyalitas customer dikarenakan masalah dan ketidakpuasaan.
e.            Risk: Patterns  for Modeling and Management
Memberikan kempuaan pengunaan data secara penuh dan analisis dalam pemodelan resiko dan menejemen resiko untuk memberikan pengetahuan akan resiko dan penanggulangannya secara tepat dan langsung 
f.            Big data and The Energy Sector
Memberikan kemampuan penyimpanan dan pemrosesan data secara langsung dari berbagai sumber(sensor), analisa dan kemudahan dalam pengenalan noise untuk memisahkannya dari signal.

Tantangan dalam pemanfaatan Big Data
            Dalam usaha pemanfaatan Big Data dapat terdapat banyak hambatan dan tantangan, beberapa hal diantaranya berhubungan dengan data dimana melibatkan acquisition, sharing dan privasi data, serta dalam analisis dan pengolahan data
a.       Privasi
Privasi merupakan isu yang paling sensitif, dengan konseptual, hukum, dan teknologi, Privasi dapat dipahami dalam arti luas sebagai usaha perusahaan untuk melindungi daya saing dan konsumen mereka. Data-data yang digunakan / disimpan sebagai big data
b.      Access dan sharing
Akses terhadap data, baik data lama maupun data baru dapat menjadi hambatan dalam mendapatkan data untuk big data, terlebih pada data lama dimana data- data tersimpan dalam bentuk – bentuk yang berbeda-beda dan beragam ataupun dalam bentuk fisik, akses terhadap data baru juga membutuhkan usaha yang lebih kerana diperlukannya izin dan lisensi untuk mengakses data-data non-public secara legal.
c.       Analisis
Bekerja dengan sumber data baru membawa sejumlah tantangan analitis. relevansi dan tingkat keparahan tantangan akan bervariasi tergantung pada jenis analisis sedang dilakukan, dan pada jenis keputusan yang akhirnya akan bisa diinformasikan oleh data.
Tergantung dari jenis data terdapat 3 kategori dalam analisis data
1.           Penentuan gambaran yang benar
Masalah ini biasanya ditemukan dalam penanganan unstructured user-generated text-based data dimana data yang didapatkan belum tentu benar karena data atau sumber yang salah.
2.           Interpreting Data
Kesalahan –kesalahan seperti Sampling selection bias merupakan hal yang sering ditemukan dimana data yang ada tidak dapat digunakan untuk mepresentasikan semua populasi yang ada, dan apophenia, melihat adanya pola walaupun tidak benar-benar ada dikarenakan jumlah data yang besar, dan kesalahan dalam menginterpreasikan hubungan dalam data.
3.           Defining and detecting anomalies
Tantangan sensitivitas terhadap spesifisitas pemantauansistem. Sensitivitas mengacu pada kemampuan sistem pemantauan untuk mendeteksi semua kasus sudah diatur untuk mendeteksi sementara spesifisitas mengacu pada kemampuannya untuk mendeteksi hanya kasus-kasus yang relevan. kegagalan untukmencapai hasil yang terakhir "Tipe I kesalahan keputusan", juga dikenal sebagai "positif palsu"; kegagalanuntuk mencapai mantan "Type II error", atau "negatif palsu." Kedua kesalahan yang tidak diinginkan ketika mencoba untuk mendeteksi malfungsi atau anomali, bagaimanapun didefinisikan, untuk berbagai alasan. Positif palsu merusak kredibilitas sistem sementara negatif palsu dilemparkan ragu pada relevansinya. Tapi apakah negatif palsu lebih atau kurang bermasalah daripada positif palsu tergantung pada apa yang sedang dipantau, dan mengapa itu sedang dipantau.

Contoh Industri yang Menggunakan Big Data
Berikut tiga contoh industri yang dapat memanfaatkan penggunaan Big Data :
1.            Industri Penerbangan
Setiap perusahaan penerbangan mempunyai data masing-masing, namun perusahaan penerbangan saat ini umumnya hanya menggunakan data pembelian tiket penumpang, seperti kota asal dan kota tujuan, serta pembelian tiket melalui situs resmi atau tidak. Perusahaan penerbangan tidak melihat data di luar itu, misalnya data interaksi ketika calon penumpang berada di depan komputer untuk membeli tiket. Mereka mungkin hanya melihat pelanggan terbang dari Jakarta-Jogja misalnya, tapi sebelum memutuskan itu sebenarnya dia ingin menuju Solo.


         Penting bagi perusahaan penerbangan untuk melihat pola interaksi calon penumpangnya. Sebagai contoh, ketika penumpang mengetik Solo dalam situs penjualan tiket, kemudian menge-klik back dan mengetik Jogja, kota dengan bandara terdekat dari Solo, perusahaan patut mencurigai pola interaksi seperti ini. Bisa jadi penumpang membeli tiket Jogja karena penerbangan Solo lebih terbatas atau lebih mahal.
Perusahaan penerbangan dapat memanfaatkan Big Data tersebut untuk kemudian memperbanyak jumlah penerbangan ke Solo atau memberikan harga promo atau bekerja sama dengan travel agent untuk memfasilitasi penumpang dari Jogja ke Solo.
Jika perusahaan penerbangan mengetahui data ini (Big Data aktivitas penumpang di website), mereka mungkin bisa mengambil keputusan yang lebih tepat, dengan membuat rute yang lebih atraktif karena mengetahui market yang potensial.

2.             Industri Perbankan
Pada saat nasabah melakukan transaksi melalui mesin atm, Bank mungkin hanya menyimpan data transaksi banking, seperti nominal penarikan uang. Di luar itu, Bank dapat melihat data interaksi para nasabah di depan mesin atm. Bank dapat mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan nasabah untuk memasukkan pin dan menekan jumlah nominal penarikan uang. Lebih dari itu Bank juga dapat menganalisa kebiasaan seorang nasabah dalam menarik uang di atm.
Jika kita tahu kebiasaan seorang nasabah mengambil uang 500 ribu, kenapa tidak ketika nasabah memasukkan kartu, kemudaian memencet pin, langsung menawarkan pilihan 500ribu. Hal tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi Bank di mata para nasabah agar nasabah tetap setia dan menambah saldo rekeningnya.

3.             Industri Otomotif



Penggunaan Big Data di industri otomotif, dapat digunakan untuk menghindari fraud atau penipuan/kecurangan. Di negara lain misalnya, Big Data dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya fraud yang dilakukan dealer mobil untuk mengklaim spare parts mobil baru yang masih bergaransi. Jika sebuah dealer mengklaim suatu spare parts dalam jumlah jauh lebih besar dibanding dealer lain di daerah yang sama, produsen mobil dapat mencurigai hal ini. Cara yang paling sederhana untuk mendeteksi fraud, dapat dilakukan melalui data geografis. Jika memang karena faktor cuaca atau jalan rusak mengeluhkan rem rusak dan aus, seharusnya keluhan tersebut tersebar, tapi ada dealer yang klaim parts yang lebih tinggi di banding dealer-dealer di daerah yang sama.

        Dapat disimpulkan bahwa Big Data itu bukan semata-berbicara data dalam ukuran besar, Big Data itu muncul ketika orang mulai sadar bahwa ada data-data baru yang sebelumnya belum dianalisa.
 
Referensi :
-                 Jessica, 2013, Pengenalan Big Data Makalah Topik Lanjutan, Binus University, Jakarta
-                 Emirul Bahar



Kamis, 05 Januari 2017

PENARIKAN KEMBALI PRODUK HP SAMSUNG GALAXY NOTE 7, TABLET GAMING SHIELD NVIDIA DAN CHIPSET INTEL

TUGAS ETIKA PROFESI (SOFTSKILL)

PENARIKAN KEMBALI PRODUK HP SAMSUNG GALAXY NOTE 7, TABLET GAMING SHIELD NVIDIA DAN CHIPSET INTEL







Disusun Oleh :



Nama :    1. Ade Jayadiirian ( 20413139)

2.  Eko Wahyudi (22413846)

3.  Indra Adi Wardani (24413381)

4.  Rizqi Purwo Santoso (28413022)


Kelas :    4IC01





JURUSAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

                                                   2016


BAB I

PENDAHULUAN

Seiring perkembangan zaman yang begitu pesat, timbul beberapa perubahan dan perkembangan yang sangat signifikan terhadap era baru yang tumbuh diantara kehidupan manusia. Beberapa hal yang dahulu mungkin dianggap mustahil saat ini begitu banyak digunakan dan dimiliki oleh setiap manusia, yaitu kemajuan teknologi.

Kemajuan teknologi yang semakin hari semakin luar biasa, semuanya tidak terlepas dari sebuah filosofi teknologi yang memang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Teknologi ini digunakan sebagai sarana atau media untuk memungkinkan seseorang untuk melakukan sebuah pekerjaan atau membantu kehidupan sosialnya yang menjadi lebih mudah dan praktis, salah satu teknologi tersebut yaitu teknologi sistem informasi dan telekomunikasi.

Teknologi informasi dan telekomunikasi saat ini merupakan sebagai kebutuhan yang primer di zaman era modern, dan akibat perkembangannya dan permintaan konsumen yang begitu besar membuat beberapa vendor produsen yang sebelumnya telah bergelut dibidang teknologi ingin mencicipi sengitnya persaingan pada penerapan bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Penerapan dari bidang ini salah satu produknya adalah Handphone dan Laptop.

Tidak dapat dipungkiri handphone dan laptop adalah sebuah perkembangan teknologi yang selalu menjadi kebutuhan manusia, maka beberapa vendor yang ikut bersaing diera ini salah satunya adalah produsen Samsung dan Nvidia, ini adalah salah satu produsen yang ikut meramaikan teknologi handphone dengan berbagai jenis produk dengan spesifikasi yang selalu mengikuti kebutuhan setiap konsumen. Kemudian untuk mendukung kinerja handphone atau laptop maka muncul sebuah prangkat elektronika yang berfungsi sebagai otak dari sebuah sistem teknologi yang digunakan untuk mengolah dan mengoperasikan sebuah perangkat elektronik yaitu Chips, salah satu vendor terbesar yang memproduksi adalah perusahaan Intel.

Semakin meningkatnya persaingan diantara produsen teknologi, membuat semua produsen berbondong-bondong untuk membuat produk yang sangat berkualitas untuk menarik perhatian konsumen. Namun peningkatan ini terkadang membuat sang produsen menjadi lengah terhadap perangat yang mereka buat, salah satu faktor yang sering terlupakan adalah faktor keamanan dari penggunaan perangkat elektronik tersebut. Maka dari itu produsen harus dapat

meningkatkan  kualitas  dan  jaminan  keamanan  pada  perangkat  yang  mereka  buat  untuk

konsumen atau user.




BAB II

PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN

Kemajuan teknologi dibidang informasi dan telekomunikasi membuat beberapa produsen bersaing salah satunya Samsung, Nvidia dan Intel. Namun, karena beberapa kesalahan yang terjadi pada saat produksi baik penggunaan perngkat bahan baku yang salah atau dalam proses pembuatan yang kurang tepat membuat terjadinya kegagalan produk ang dapat membahayakan konsumen, hal ini perlu dilakukan tindakan oleh pihak perusahaan untuk diberikan solusi bagi kegagalan perangkat ini, salah satu solusi yang terjadi adalah Recall atau penarikan kembali pada sebuah produk yang mengalami kegagalan. Dibawah ini adalah contoh beberapa produk yang mengalami terjadinya kegagalan produk, sehingga produk tersebut dilakukan recall dan pergantian yang baru dan lebih aman, diantaranya :


1.                  PENARIKAN KEMBALI HANDPHONE SAMSUNG GALAXY NOTE 7 akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan penarikan perangkat elektronik Hp Samsung galaxy note 7 secara besar-besaran, ini dikarenakan terjadi beberapa kasus didunia dimana perangkat ini terbakar saat sedang melakukan proses pengisian baterai, sehingga beberapa otoritas atau lembaga terutama lembaga transportasi pesawat terbang melarang pengguna Hp ini untuk menaiki pesawat, yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


·         Penjelasan Teknis Permasalahan Pada Baterai Galaxy Note 7 



Menyusul adanya laporan mengenai kasus ponsel yang terbakar saat sedang mengisi daya. Menanggapi isu yang beredar, pihak perusahaan mengakui akan melakukan investigasi mendalam dan menemukan adanya masalah serius pada sel baterai. Meski tergolong sebagai
kasus yang jarang ditemui, pihak perusahaan mencatat sejauh ini sudah ada 35 laporan dari 2,5 juta ponsel yang telah diproduksi. Biasanya, kasus kegagalan baterai terjadi 1 dibanding puluhan juta unit. Sebagai informasi, mayoritas ponsel pintar saat ini termasuk Galaxy Note 7, menggunakan baterai isi ulang jenis lithium-ion (Li-ion). Yang menjadikan baterai rentan terbakar yakni reaksi kimia dalam energi padat di dalamnya saat perangkat dioperasikan.
Donal Finegan, seorang insinyur kimia di Universitas College London seperti dilaporkan Forbes mencatat kegagalan baterai kerap terjadi karena adanya kenaikan suhu yang relatif drastis. Hal itu bisa terjadi karena faktor lingkungan, misalnya meletakkan ponsel di dashboard mobil saat cuaca panas, sehingga suhu di luar dapat ditransfer ke baterai dari komponen yang terdapat di dalam ponsel. Proses meningkatnya panas baterai juga bisa disebabkan oleh masalah sel di dalam baterai itu sendiri, seperti halnya yang terjadi pada Galaxy Note 7.
Meski kejadian ini tergolong sangat langka, namun Donal menyebut peningkatan panas juga didorong karena sistem manajemen baterai yang kurang baik. Ponsel pintar saat ini sudah dibekali sebuah chip yang dapat menghentikan arus listrik yang masuk saat baterai telah terisi penuh. Hanya saja ketika chip rusak, maka baterai menjadi seakan-akan sudah penuh.

Hal inilah yang kemudian bisa memicu baterai terbakar hingga mengeluarkan ledakan. "Selain karena faktor eksternal, faktor internal seperti arus listrik yang masuk dan keluar tidak stabil juga menjadi penyebab baterai mudah terbakar dan meledak," kata Donal.

Plus minus baterai Li-ion Selain ponsel pintar, baterai Li-ion sebenarnya juga dipakai pada perangkat laptop dan mobil pintar. Selain biaya produksi yang lebih murah, dari segi perawatan baterai ini juga terhitung lebih mudah dan tidak mengandung zat berbahaya. Kelebihan lain dari baterai Li-ion yakni kemampuan mengisi ulang yang bisa mencapai siklus pengisian hingga 1.000 kali. Dengan kata lain densitas energinya cukup tinggi, meski ukurannya relatif lebih kecil. Hanya saja kemampuan baterai akan menurun, dengan masa pemakaian normal sekitar 3 tahun dari tanggal produksi, meski baterai dalam kondisi tidak dipakai.
Bukan hanya itu, baterai Li-ion juga sangat sensitif terhadap temperatur tinggi. Cuaca panas akan membuat masa pemakaian baterai menjadi cepat habis, yang tentu bisa mempercepat masa pemakaian normal.
Tanpa mekanisme pendingin, Meski sama-sama berjenis Li-ion, sayangnya kemampuan baterai ponsel justru lebih rentan dibandingkan pada laptop atau mobil listrik. Meski sama-sama dihadapkan pada suhu tinggi, baterai Li-ion pada laptop atau mobil listrik memiliki kipas sebagai pendingin. Hal inilah yang membuat panas pada baterai tidak menyebar ke area sekitarnya. Sementara mekanisme serupa tidak dimiliki oleh telepon genggam. Ketika suhu pada baterai meningkat, panas dengan cepat menyebar ke area luar baterai. Saat hal ini terjadi, maka suhu yang dihasilkan dengan mudah menyebar ke komponan lain di sekitarnya.
Energi padat yang terdapat dalam baterai ditambah suhu panas yang bisa mencapai 100ºC, bisa merusak material yang terdapat di dalamnya. Bahan kimia di dalam baterai akan bereaksi kemudian melepaskan energi sendiri sehingga mempercepat pemanasan.

·         Langkah Yang Dilakukan Perusahaan Samsung Pada Permasalahan Ini 





Isu baterai yang mudah terbakar memaksa Samsung menarik kembali semua produk Galaxy Note 7, tak terkecuali di Indonesia. Meski belum ada produk yang sampai ke tangan pembeli, Samsung terpaksa harus menunda sementara rencana pengiriman ponsel ke sejumlah konsumen yang telah melakukan pemesanan awal (pre-order). "Sebenarnya untuk recall tidak berlaku di Indonesia, karena barangnya belum sampai ke pemesan. Hanya memang kami akui ada keterlambatan stok untuk memenuhi pemesanan Galaxy Note 7," ungkap Marketing Director
IT        &         Mobile         Samsung         Electronics         Indonesia         Vebbyna         Kaunang
kepada CNNIndonesia.com melalui surat elektronik yang diterima.
Awalnya, pemesan Galaxy Note 7 dijanjikan akan menerima pesanan pada 1 September.
Namun,  akibat  sejumlah  kendala  yang  tidak  dijelaskan  lebih  rinci,  Samsung  kemudian
mengundurkan  jadwal  pengiriman  menjadi  16  September  sebelum  akhirnya  dibatalkan.
Pada akhirnya, saat isu cacat baterai kian ramai diperbincangkan, Samsung akhirnya menyatakan permintaan maaf karena tidak bisa memberikan Galaxy Note 7 sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak perusahaan berjanji akan mengembalikan 100 persen uang yang telah dibayarkan oleh pemesan. "Samsung akan melakukan pengembalian dana pembelian secara utuh kepada konsumen yang telah melakukan pre-order," imbuhnya. Selain itu, Vebbyna juga menyatakan penyesalannya karena pihak perusahaan belum dapat memberikan tanggal pasti ketersediaan Galaxy Note 7 di Indonesia.

Sebagai bentuk kompensasi, selain pengembalian uang, pemesan juga akan mendapatkan voucher belanja sebesar Rp1 juta dan voucher potongan Rp2 juta untuk pembelian Galaxy Note 7 saat barangnya sudah tersedia. "Saat barangnya sudah tersedia di Indonesia, kami akan kembali membuka pre-order dan pemesan yang saat ini sudah memesan tapi dibatalkan, akan diprioritaskan," ucapnya lagi.
Keputusan penarikan dan penghentian penjualan produk dipicu oleh 35 laporan meledaknya baterai Galaxy Note 7 di berbagai tempat saat sedang mengisi daya. Sejauh ini, Samsung telah menjual 2,5 juta unit ke pasar setelah beberapa pekan memperkenalkan produk barunya. Akhirnya dengan masalah ini Samsung menarik 2,5 juta unit Galaxy Note 7. Tindakan ini diprediksi membuat Samsung merugii hingga US Dolar 5 Miliar atau setara dengan Rp. 66 Triliun, perkiraan tersebut dihitung oleh analis Strategy analytics dengan menggabungkan biaya recall dan kerugian penjualan.
Meski pihak perusahaan mengakui jika masalah baterai hanya terjadi pada 0,1 persen dari seluruh produk yang terjual, namun upaya penarikan dan penghentian penjualan produk tetap ditempuh untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

2.                  PENARIKAN KEMBALI PRODUK TABLET NVIDIA GAMING SHIELD

Salah satu produsen terbesar ang merukan vendor produksi perangkat elektronik prosesor
yang bernama Nvidia, akhirnya mengeluarkan perintah untuk melakukan penarikan kembali pada produk yang telah diproduksinya, Nvidia merupakan perusahan yang telah ikut meramaikan pasar elektronik, dimana perangkat yang diproduksinya telah diterapakan pada beberapa perangkat eletronik seperti laptop, Hp dan lainnya. Nvidia terkenal dengan perngkat elektronik yang memberikan kualitas tampilan layar yang sangat bagus dan memiliki performa sangat baik untuk para pencinta games pada perangkat elektroniknya.


Penjelasan Mengenai Permasalahan Pada Perangkat elektronik Tablet Nvidia Gaming Shield

Penarikan ini disebabkan oleh adanya resiko kebakaran yang ditimbulkan oleh baterai yang mengalami overheating. Terkait hal tersebut, pihak Nvidia tidak menjelaskan secara rinci kondisi-kondisi. Sebelumnya, Nvidia mengklaim bila tablet Shield memiliki kemampuan untuk mengatasi baterai yang mudah
mengalami overheating. Perusahaan itu menyebutkan bila perangkat gaming itu dirancang secara khusus agar memiliki kemampuan untuk meminimalisir panas dua kali lebih baik dari tablet biasa. Dengan begitu, pengguna bisa bebas bermain game tanpa membuat tablet lekas panas. Tablet gaming canggih Shiled merupakan perangkat yang berjalan di sistem operasi berbasis Android. Dirilis pertama kali pada 29 Juli 2014, perangkat tersebut langsung menyita perhatian para gamer. Bahkan, Shield dianggap sebagai salah satu perangkat gaming Android terbaik. Menjelang liburan Natal tahun lalu, tablet Shield Nvidia termasuk salah satu produk yang amat diminati. Momen tersebut amat mendukung penjualannya lantaran tablet gaming bisa menjadi hadiah ideal. Berdasarkan data, penjualan Shiled bersaing sengit dengan tablet bikinan Apple dan Samsung.

Langkah besar yang diambil perusahaan yang berspesialisasi di bidang manufacturing komponen komputer itu membuahkan hasil. Para pengguna amat puas dengan kinerja yang dihasilkan oleh tablet gaming Shield. Bahkan, tak sedikit review positif yang diberikan oleh para pakar terkait produk tersebut. Salah satu hal yang membuat tablet Shield mencolok adalah pengalaman gaming berbeda yang ditawarkannya. Segala elemen yang mendukung aktivitas gaming menjadi perhatian utama Nvidia dalam merancang Shield.

·         Langkah Yang Dilakukan Perusahaan Samsung Pada Permasalahan Ini

Berdasarkan surat edaran, Nvidia menarik tablet Shield yang dijual pada Juli 2014 hingga

2015. Perusahaan tersebut juga meminta pengguna untuk menyerahkan klaim agar perangkat bisa segera diganti. Nvidia juga menambahkan, penarikan kembali tersebut hanya berlaku untuk tablet gaming Shield dan tak ada dampaknya terhadap produk-produk yang lain. Tablet-tablet yang memiliki kode baterai B01 tak ditarik. Hanya tablet yang memiliki kode baterai Y01 yang harus dikembalikan ke pihak Nvidia untuk diganti perangkat baru. Dalam upaya penarikan tersebut, Nvidia bekerjasama dengan pemerintah terkait untuk memastikan jika penarikan tablet tersebut sesuai dengan prosedur.




3.                  PENARIKAN KEMBALI PERANGKAT ELEKTRONIK CHIPS OLEH PRODUSEN INTEL

Intel merupakan perusahan besar yang memproduksi komponen perngkat elektronik untuk produk telekomunikasi. Sejak dahulu intel telah ikut meramaikan pasar elektronik dengan menciptakan produk-produk atau komponen yang memiliki kualitas yang sangat baik. Akhir-akhir ini intel sempat melakukan penarikan pada salah satu komponen perangkat elektroniknya akibat beberapa permasalahan ang dapat membahaakan pengguna atau user, aitu perngkat cip dari chipset prosesor 'Core Series' buatan Intel yang ditemukan dalam kondisi cacat. Diperkirakan sekitar 8 juta chip dalam kondisi cacat.


·         Penjelasan Permasalahan Pada Komponen Produk Intel Chipset Prosesor

Cip yang diberi nama 'Cougar Point' adalah salah satu cip pendukung chipset 'Sandy Bridge' (untuk prosesor generasi kedua Intel Core), yang dirilis ke pasar sejak 9 Januari 2011. Diperkirakan sekitar 500.000 unit sistem yang telah terakit ditemukan mengalami cacat desain.







Chuck Mulloy, Direktur Komunikasi Intel Corp, seperti dilansir Wired menyatakan bahwa cip tersebut sesungguhnya telah melalui proses pemeriksaan kualitas. Akan tetapi, setelah Intel menerima barang kembali dari konsumen sekitar sepuluh hari yang lalu, Intel mulai melakukan uji ulang dengan tekanan yang lebih intensif, disimulasikan bahwa dalam penggunaan normal processor seharusnya bisa dipakai untuk kurun waktu lebih dari tiga tahun.

Secara spesifik, Mulloy mengatakan bahwa akar kesalahan berasal dari desain pada port serial-ATA (SATA)-nya chipset Sandy Bridge. "Pada hari pertama atau kedua menggunakan komputer atau laptop yang menggunakan cip tersebut, Anda tidak akan menemukan masalah," kata Mulloy. "Tetapi, setelah 3 tahun berlalu, kita akan menemukan degradasi dalam sirkui port 2 dan 5. Kita akan menemukan tingkat kegagalan sekitar 5 hingga 20 persen dari chipset resebut untuk kurun waktu dua atau tiga tahun, dan menurut kami, itu tidak bisa diterima," Mulloy menambahkan. "Hal ini baru ketahuan setelah dilakukan pengujian berulang-ulang, dan begitu ketahuan langsung diputuskan untuk mengganti chip tersebut," jelas Mulloy.

Intel sebagai salah satu pabrik prosesor terbesar di dunia ini sekarang sedang sibuk memperbaiki 'cougar point', yaitu dengan menambahkan pelapis pada setiap bagian metal yang berada di luar cip tersebut.

Meskipun tergolong perbaikan yang mudah, tetap saja membutuhkan waktu satu bulan untuk memperbaiki chip-chip yang sesungguhnya telah selesai diproduksi. Intel memperkirakan, proses

perbaikan chip baru akan selesai akhir Februari 2011, dan baru akan produksi dengan kapasitas

penuh pada bulan April 2011.

·         Langkah Perusahaan Dalam Permasalahan Ini

Akibat  permasalahan  ini,  salah  satu  produsen  yang  menggunakan  chipset  ini  yaitu

Samsung meminta diskon, kemudian NEC menahan penjualan. Intel memperkirakan kerugian akan mencapai 1 miliyar. Intel segera menahan pengiriman berikutnya dan menyiapkan proses penarikan barang yang telah beredar untuk diganti.

Ini bukan untuk pertamakalinya chip buatan intel ditemukan dalam kondisi cacat. Tentu kita masih ingat tahun Intel mengalami kerugian hingga 475 juta dollar AS ketika ditemukan bug pada Pentium FD IV di tahun 1994. Angka yang terbilang besar mengingat rasio kemungkinan cacat produk tersebut saat itu bisa dikatakan sangat kecil 1 berbanding 9 miliar chip. Akan tetapi akibat lambatnya respon dari Intel, saat itu berita buruk mengenai produk Intel menjadi bulan-bulanan media dan publik.

Dengan respon yang lebih cepatpun saat ini, tetap saja Intel harus membayar mahal atas penarikan cip Cougar Point. Mereka memperkirakan kerugian akan mencapai 1 miliar dollar AS untuk kuartal pertama (setelah memperhitungkan kehilangan revenue, biaya perbaikan cip, dan biaya penggantian).

Berita  ini  dengan  cepat  menjalar  hingga
ke  pabrik-pabrik
pembuat  perangkat
keras. Samsung telah  meminta  diskon  kepada  pihak
Intel  untuk  chipset
Sandy  Bridge  yang

mereka terima menurut Bloomberg. NEC mungkin akan menahan rencana mereka untuk merilis empat produk PC baru mereka yang kebetulan menggunakan chipset yang sama.

Acer dan Lenovo juga sempat mempromosikan hardware untuk dirilis di 2011 ini, konon rencananya akan menggunakan chipset yang sama Sandy Bridge. Tetapi produk line baru Sandy Bridge yang akan mendukung PC tablet Acer terbaru tidak mengalami cacat, seperti yang disampaikan oleh juru bicara Acer, Kelly Odle.

Generasi terbaru laptop 'IdeaPad' dan desktop 'IdeaCentre' keluaran Lenovo, kemungkinan besar menggunakan chipset Sandy Bridge yang mengalami cacat desain tersebut, seperti disampaikan oleh Ray Gorman (juru bicara Lenovo) kepada Wired.




BAB III

KESIMPULAN
Dari permasalahan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa teknologi yang maju merupakan sebuah penciptaan yang membutuhkan ketelitian dan kerja keras yang tidak mudah, seperti dibidang informasi dan telekomunikasi. Teknologi diciptakan untuk tujuan mempermudah kerja manusia, namun ada kalanya produsen-produsen yang sudah lama meramaikan pasar perangkat elektronik di kanca dunia pun membuat kesalahan mendasar yang membuat produk yang diciptakannya mengalami gagal produksi dan perlu dilakukan langkah-langkah efektif oleh perusahaan, salah satunya adalah penarikan kembali produknya dan diganti dengan produk yang aman. Seperti contoh pada produk perangkat elektronik Samsung Galaxy Note 7 dan Tablet Gaming Shield dari Nvidia, dimana perangkat ini digadang-gadang menjadi perangkat yang akan suskes dalam pemasarannya dengan spesifikasi yang memang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Namun yang terjadi sebaliknya, akibat beberapa kesalahan saat produksi, perangkat tersebut malah membuat bahaya pada penggunaanya diamana permasalahan utamanya adalah baterai. Baterai yang digunakan oleh perangkat ini tidak tahan jika digunakan dalam keadaan stress (dalam tekanan), kekurangan yang telah dianalisa ternyata baterai ini kurang memiliki pendinginan yang baik sehingga dapat membuat overheating menyebar pada komponen lain. Begitu juga dengan produk Intel, dimana chipset prosesor yang digunakan sebagai otak dalam mengoperasikan sebuah perangkat elektronik ini mengalami kegagalan setelah digunakan lebih dari 3 tahun, akibatnya intel menarik perangkatnya dan memperbaikinya. Dari permaalahan inilah kita dapat mengatakan bahwa sebuah penciptaan produk perlu dilakukan pengerjaan yang lebih teliti, dan pengujian yang sangat intensif. Terkadang produsen terlalu terlena dengan nama besar, maka agar tidak terulang produsen perlu langkah-langkah yang efektif dan tepat dalam proses produksi dan pengujiannya sehingga keamanan pengguna dapat dijamin dengan baik.




SUMBER REFRENSI


1.http://tekno.kompas.com/read/2011/02/04/16243659/Cip.Intel.Sandy.Bridge.Cacat..Kena pa

2.http://www.cnnindonesia.com/tv/20160905153000-402-156244/penarikan-global-samsung-galaxy-note-7/

3.http://www.pricebook.co.id/article/news/2015/08/12/1853/beresiko-terbakar-nvidia-tarik-tablet-gaming-shield